Kamis, 07 Oktober 2021

Anthurium Jenmanii Cobra





Dikutip dari beberapa literatur mengenai asal mula Anthurium Jenmanii Cobra, dikenalkan oleh Anshori sekitar tahun 90-an, Jemanii Cobra sebetulnya adalah sebuah nama yang mengacu pada sosok sebuah jemanii yang mirip ular cobra. Dalam perkembangannya kemudian ada sejumlah kultivar jemani yang bentuknya mirip cobra, lalu mulailah orang mengenal yang namanya Cobra Katalog yang dijadikan patokan sebagai pemegang kasta tertinggi diantara sekian banyak varian jemani cobra saat itu.

"Istilah Cobra Katalog itu awalnya berasal dari buku tulisan Markus," tutur Rony pemilik Indah Nursery di BCD Tangerang Kav. 5.
Seorang penulis buku yang cukup kondang yang juga kolektor kakap Anthurium benama Markus, dalam bukunya pernah mendeteksi sejumlah varian Jemanii Cobra. Untuk melacak berbagai varian Jeman1i Cobra itu Markus sampai berkeliling Jawa.
Sejumlah Jemanii Cobra yang ada di buku Markus itulah yang kemudian dijadikan katalog buat mendeteksi dan mendefinisikan Jemanii Cobra.
"Dari situlah lalu muncul istilah Cobra Katalog. Yakni yang mirip dengan yang ada di buku-buku Markus," tandas Rony.
Istilah Cobra Katalog sebenarnya hanya ungkapan yang ada di buku. Dan Cobra Katalog itu bukan merupakan jenis, kultivar atau varian jemani," terang Rony.

Nah, itulah sepenggal info mengenai asal muasal Jenmanii Cobra.


Untuk perawatan Anthurium Jenmanii Cobra tidaklah terlalu sulit, penyiraman cukup 1 minggu sekali, pemupukan dengan pupuk daun Gandasil dan Growmore (di selang seling) memiliki kandungan zat hara yang lengkap sehingga sangat bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman. Diantaranya dapat memenuhi kebutuhan zat hara tanaman pada fase vegetatif maupun generatif. Pupuk ini juga memiliki kelarutan yang cukup tinggi terhadap air sehingga setiap zat hara akan larut secara sempurna oleh air. Lebih efektif dan mudahkan penggunaannya - pemberian pupuk kimia tidak boleh berlebihan, 3 bulan sekali media bisa ditaburin kapur dolomit untuk mencegah media tanam cepat asam.
Secara lebih lengkapnya jenis 2 pupuk tersebut dapat membantu pembentukan tunas, daun dan membuat daun lebih hijau.
Pemupukan dengan pupuk kimia dilakukan per 2 bulan sekali dan bergantian dengan pupuk organik seperti urin kelinci yang kaya akan Nitrogen.
Terlalu over memberikan pupuk akan menyebabkan daun menjadi letoy dan gampang busuk.

Pencahayaan harus terang - kadang saya menjemur secara langsung - direct sun sekitar 15 menit dan hasilnya selalu muncul tunas daun baru, daun lebih tegak berdiri, jemur langsung direct sun tidak boleh lebih dari 1/2 jam akan mengakibatkan daun menjadi gosong.
Hati hati saat masuk bulan Agustus - November, cahaya matahari terasa lebih panas, berbeda saat bulan Januari - Juni.
Di bulan Januari - Juni, kondisi taman belakang tidak memakai jaring paranet untuk memfilter sinar matahari tapi saat memasuki bulan Agustus - November, jaring paranet dipasang full seharian.

Media tanam yang dipakai adalah campuran sekam mentah, sekam bakar, andaman, kaliandra yang difermantasi, penggantian full media tanam lama biasanya saya lakukan 5 bulan sekali saat akar mulai terlihat diatas permukaan tanah pot.

Posisi peletakan tanaman di tempat teduh dan terhindar dari air hujan langsung, sebatas percikan air hujan tidak masalah, setelah hujan selesai, biasanya saya akan menghidupkan kipas angin selama 2 jam supaya kondisi kelembapan stabil di 60%-70% untuk menghindari serangan jamur saat musim hujan.

Penyemprotan fungisida, Bakterisida, Virusida dilakukan per 3-4 bulan sekali atau jika diperlukan saja dengan dengan Antigermen Plus 520 SC dan Insektisida dengan Samite 135 EC.

Semoga bermanfaat.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tanaman Hias Philodendron

Tanaman hias jenis ini merupakan tanaman yang cukup fenomenal pada tahun 2000, Tanaman philodendron mungkin jenis tumbuhan yang masih asing ...